Terduga Teroris Bali Kos di Denpasar dan Kerja sebagai Tukang Las

Denpasar – Terduga teroris AT (45) di Bali diketahui tetangganya bekerja sebagai tukang las pembuat kap lampu hias. Pria itu menyewa dua kamar kos dan tinggal bersama istri dan dua anaknya.

Kabid Humas Polda Bali Hengky Widjaja menyebut kedua terduga teroris bapak-anak yang ditangkap berdomisili di Jl Sedap Malam, Denpasar. Pantauan di Jl Sedap Malam, Gang Gardenia, Denpasar, Bali, kamar kos yang disewa AT berada di sisi paling barat.

Di teras kamar kos-kosan itu terlihat banyak ditemukan catatan dan sejumlah perangkat kerja Taufik, mulai kerangka besi hingga catatan.

Lahan kosong yang berada di sebelah barat kamar kos tersebut juga digunakan sebagai ruangan kerjanya. Ada banyak paku, besi-besi, aluminium, hingga kaleng bekas botol susu di ember.

Pada bagian atap kos-kosan AT juga ditemukan banyak besi panjang maupun kerangka kap lampu. Oleh tetangga kosnya, bapak tiga anak itu dikenal sebagai tukang las.

“Bapaknya bikin las, kerajinan kaya kerangka lampu ada bosnya. Orderannya lumayan. Soalnya, sudah punya langganan tetap, kadang sejak sore sampai malam motong-motong besinya,” kata tetangga AT, Ketut Juliani, saat ditemui di kos-kosannya di Jl Sedap Malam, Gang Gardenia, Denpasar, Bali, Sabtu (12/10/2019).

AT biasa dipanggil Pak Taufik oleh para tetangga kosnya. Ketut mengaku tak melihat hal yang mencurigakan dari keluarga yang mengaku berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, itu.

“Biasa saja, kalau ketemu nyapa. Ibunya juga biasa, komunikatif, suka ngobrol juga. Mereka yang lebih dulu tinggal di sini, mungkin ada dua tahunan,” terangnya.

Ketut menyebut Taufik memiliki tiga anak, anak tertua perempuan yang sudah menikah, dan dua anak laki-laki. Anak laki-laki yang bungsu diduga masih di bangku SD.

“Kegiatannya kalau pagi, bapaknya ngelas ibunya ngantar anak bungsunya ke sekolah. Anak keduanya cowok nggak sekolah, mungkin usia SMP, kalau tertua perempuan sudah menikah,” terangnya.

Ketut menambahkan pihaknya juga sempat melihat ada mobil polisi yang mendatangi kamar kos yang disewa Taufik. Namun dia tidak melihat aktivitas polisi tersebut.

“Kemarin ada polisi bawa mobil, tapi nggak tahu ngapain. Saya ngasuh anak bayi soalnya,” terangnya.

Penangkapan terduga teroris bapak-anak, AT dan ZAI, dilakukan di kawasan Jembrana, Kamis (10/10) pukul 02.35 Wita. Kedua terduga teroris bapak-anak ini diduga berbaiat ke pimpinan ISIS, Abu Bakr Al Baghdadi.

Terduga teroris AT juga diketahui satu grup WhatsApp ‘Menanti Al Mahdi’ dengan Abu Rara. Keduanya juga sudah menyiapkan panah, airsoft gun, dan sangkur untuk melakukan amaliyah di Pulau Dewata.

“AT dan ZAI kedua terduga teroris ini merupakan bapak dan anak juga sudah merencanakan apabila sewaktu-waktu ditangkap, merencanakan perlawanan dan membuang HP dan laptop ke dalam air. Dari tangan terduga polisi telah mengamankan barang bukti berupa panah, airsoft gun, sangkur, handphone, dan laptop,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja hari ini.
(ams/haf)

sc:
https://news.detik.com/berita/d-4743747/terduga-teroris-bali-kos-di-denpasar-dan-kerja-sebagai-tukang-las?tag_from=wp_nhl_judul_9&_ga=2.193127977.562944701.1570544064-2014400901.1563940766